Top Banner Space Available

Membaca Makna di Balik Pertemuan Ma'ruf Amin dan Adik Gus Dur

Membaca Makna di Balik Pertemuan Ma'ruf Amin dan Adik Gus Dur

WIKIBeritaLama tak jumpa. Akhirnya, Senin sore 31/12/2018, dua sahabat lama ini tatap muka. Lily Chodidjah Wahid, biasa disapa Lily Wahid, bertemu dengan KH. Ma'ruf Amin di kediaman kiai besar ini di Rumah Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan itu, menurut Kiai Ma'ruf, dulu dirinya dengan adik kandung Gus Dur ini sering bertemu di PB NU. Atau dalam sejumlah acara NU. Sebagaimana halnya mendiang Gus Dur, cerita-cerita lucu atau humor segar juga sering dilontarkan antar sahabat lama ini, seolah berbalas cerita.

Kini saat bertemu menjelang malam tahun baru 2019, humor tersebut masih terukir kuat. Dalam amatan Alfi Rahmadi, co chairman Benteng Air, tak yang berubah dari dua sahabat lama ini. Lily Wahid berderai tawa. Sedangkan Kiai Ma'ruf tersenyum lepas.

Demokrasi seharusnya diselenggarakan seperti demikian. Menurut Alfi Rahmadi, Pilpres sebagai gerbang demokrasi digelar dengan riang gembira. Terutama oleh kedua kubu pasangan. "Bukan intimidasi, menebar ketakutan," tutur Alfi, Tim Strategi KH. Ma'ruf Amin.

Pada kesempatan tersebut, ada sejumlah hal penting yang dibincangkan Lily bersama Kiai Ma'ruf dan istrinya. Antara lain dinamika NU dan umat Islam dalam kompetisi elektoral 2019 serta pengembangan koperasi pesantren.

Ma'rufnomics dan Geliat Koperasi Pesantren

Menurut Lily Wahid, pengembangan potensi koperasi pesantren bukan saja bertalian erat dengan gagasan Gus Dur mengenai ekonomi pesantren. Tapi juga sangat sesuai dengan konsep Arus Baru Ekonomi Indonesia yang digagas KH. Ma'ruf Amin, dikenal dengan Ma'rufnomics. Program Ma'rufnomics, papar Lily Wahid, sangat bersentuhan dengan akar rumput. 

Sementara itu, menurut Kiai Ma'ruf, dirinya optimis koperasi pesantren yang kini semakin bergeliat akan semakin lebih maju lagi pada periode 2019-2024. 

Hal itu antara lain berdasarkan pembangunan ekonomi kerakyatan dimana fondasi keadilannya telah dibangun dan dikembangkan Presiden Jokowi dalam Nawa Cita  Jilid I. 

Selain itu, Kiai Ma'ruf juga yakin keadaan ekonomi Indonesia secara umum akan semakin membaik menapaki Tahun 2019. 

Pasalnya, tanda-tanda perbaikan ekonomi sudah begitu nampak. "Tanda-tanda itu sudah kelihatan, kita sudah menapak ke arah yang lebih baik," imbuh Cawapres pasangan 01 ini.[]

 

Berita Lainnya