Patut Dicontoh, Babinsa Ini Mengabdi Jadi Guru Ngaji

Patut Dicontoh,  Babinsa Ini Mengabdi Jadi Guru Ngaji

WIKIBERITA - Sang Matahari belum terlihat menyinari Bumi hari itu, namun raungan motor tua milik seorang anggota TNI Bintara Pembina Desa (Babinsa) sudah terdengar melewati tanjakan desa terpencil di Dulamayo, Kabupaten Gorontalo.

Sersan Kepala (Serka) Yurilhak Bawenti (52), seorang Babinsa Koramil 05 Telaga, Kodim 1304/Gorontalo terlihat bersemangat ingin segera tiba di desa binaannya walaupun terkadang motor yang menjadi tunggangannya sering mogok di tengah jalan.

Sebagai satuan teritorial TNI AD paling bawah, ia menyadari dengan baik peranan sebagai sosok yang berhadapan paling langsung dengan masyarakat.

Ia berkewajiban untuk melaksanakan pembinaan teritorial dan tugas-tugas yang meliputi pengumpulan dan pemeliharaan data pada aspek geografi, demografi, hingga sosial dan potensi nasional di wilayah kerjanya.

Namun, di luar tugasnya sebagai anggota TNI, Serka Yurilhak terkenal juga sebagai guru mengaji di dua desa binaannya, yaitu Desa Dulamayo Selatan, Dulamoyo Utara, dan Desa Tonala walaupun bukan desa binaannya.

"Kegiatan mengajarkan warga desa binaan untuk belajar mengaji memang merupakan keinginan saya," ujar Yurilhak.

Keinginan untuk mengajar itu terdorong oleh banyaknya warga yang belum bisa baca tulis Al Quran mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia) di desa binaannya.

Bak gayung bersambut, pemerintah desa sangat mendukung dengan terlaksananya kegiatan yang sudah berlangsung sejak 2017 itu.

Ia mengaku sangat senang dapat menyalurkan ilmu yang sudah pernah didapatkan itu kepada warga desa binaan.

Menurut dia, mulai dari anak-anak hingga lansia dengan senang hati mau datang belajar membaca dan menulis Al Quran. Hal itu, membuatnya juga ikut bersemangat dan terpanggil terus mengejar mengaji.

"Saya biasanya memanfaatkan rumah warga untuk menjadi lokasi pengajian setiap minggunya serta menggunakan dinding rumah sebagai papan tulis dan kapur sebagai media untuk mengajar baca dan tulis Al-Quran," katanya.

Dengan adanya kegiatan belajar mengaji tersebut, dia berharap ke depan mereka sudah bisa mengaji dengan lancar, bahkan bisa bersama-sama melakukan tadarus Al Quran di masjid.

"Semoga dari sedikit ilmu yang saya salurkan untuk mereka, dapat membuahkan pahala bagi mereka juga," kata dia.

Mendapat Apresiasi Tak pelak, apa yang dilakukan ayah yang memiliki dua puteri dengan mengajarkan mengaji warga desa terpencil tersebut, mendapatkan apresiasi positif dari masyarakat luas.

Kepala Dusun III Rina Wadu yang daerahnya menjadi salah satu tempat mengajar mengaji oleh Serka Yurilhak, menyatakan bersyukur adanya kegiatan belajar baca dan tulis Al Quran.

"Memang di desa kami ada yang mengajarkan mengaji, tapi hanya untuk anak-anak saja, sedangkan Serka Yurilhak mengajar dari anak-anak hingga warga lanjut usia," ucap dia.

Kebanyakan warga lansia di Dusun II tidak bisa mengaji dan malu untuk belajar membaca dan menulis Al Quran.

Ia menyatakan bersyukur karena saat ini sudah ada yang bisa membaca dan menulis.

"Itulah yang membedakannya dengan kegiatan belajar yang dilaksanakan oleh Babinsa Dulamayo ini," ucap dia.

Ia menjelaskan bahwa banyak warga setempat yang mengatakan bahwa cara mengajar Serka Yurilhak membuat mereka senang dan cepat lancar baca tulis Al Quran. [] Antara

 

Berita Lainnya