Pimpinan KPK Baru Harus Kembalikan Kepercayaan Publik

Pimpinan KPK Baru Harus Kembalikan Kepercayaan Publik

WIKIBerita - Penolakan sejumlah pihak hasil uji kelayakan pimpinan KPK baru oleh DPR harus disikapi serius. Sebab ini soal pemberantasan korupsi ke depan. Belum rencana revisi UU KPK yang membuat publik terbelah.

Untuk itu, Pimpinan KPK yang baru harus mampu memulihkan kepercayaan publik di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap adanya upaya pelemahan lembaga anti rasuah itu.

"Setelah pemilihan pimpinan KPK, publik tentu sangat berharap sepak terjang pimpinan KPK baru yang lebih baik dari masa sebelumnya," kata pengamat politik Nation-state Institute Indonesia (NSI Indonesia) Yandi Hermawandi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pimpinan KPK yang baru memiliki beban berat ke depan karena dipilih di tengah suasana adanya kekhawatiran publik terhadap pelemahan lembaga itu.

Alasannya, pertama,  pemilihan pimpinan baru KPK ini bersamaan dengan revisi UU KPK dari DPR dan pemerintah yang ditengarai akan melemahkan KPK di masa mendatang.

Kedua, pimpinan KPK yang baru tersebut merupakan hasil pilihan DPR yang sebentar lagi akan habis masa jabatannya. Sementara DPR dinilai sejumlah survei memiliki tingkat kepercayaan publik yang rendah.

Meskipun demikian, menurut dia, mekanisme pemilihan pimpinan KPK yang baru sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

"Artinya, pimpinan KPK baru ini sudah legitimate," katanya.

 

Berita Lainnya