Survei LRP: PDIP Makin Kokoh, PBB Merangsek Papan Tengah

Survei LRP: PDIP Makin Kokoh, PBB Merangsek Papan Tengah

WIKIBeritaSurvei terkini mengenai peta dukungan partai politik menyebutkan, PDI Perjuangan dan Partai Bulan Bintang (PBB) sama-sama mengalami kenaikan cukup meyakinkan. Dua partai itu paling besar kenaikan elektabilitasnya dalam dua bulan terakhir.

Demikian disampaikan Peneliti Lembaga Riset Publik Arfan Maulana dalam pemaparan hasil survei yang dilakukan di Sofyan Hotel Cut Meutia, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (6/1).

“PDIP paling tinggi trennya mencapai 2,7 persen, disusul PBB 1,2 persen. Partai lain ini Golkar, Demokrat, PKS, PAN, PPP, PSI juga naik tapi kecil,” jelasnya.

Dengan kenaikan itu, kata Arfan, maka saat ini PDIP kokoh di puncak teratas dengan raihan dukungan 31,2 persen dari posisi semula 28,5 persen pada Oktober 2018. Sementara, PBB mulai merangsek ke papan tengah menjadi 2,5 persen dari elektabilitas sebelumnya 1,3 persen.

Ia mengungkapkan, di antara alasan naiknya elektabilitas PDIP ialah karena kinerja mesin partai semakin solid dan terkonsolidasi. Pergerakan kader PDIP dinilai kompak dan merata hingga ke bawah terutama dalam mengampanyekan Capres Joko Widodo.

“Juga, Jokowi ini makin mantap citranya sebagai sosok peduli rakyat. Ia berhasil menjawab semua tudingan dan kritikan dengan kerja,” urainya.

Figur Ketum

Sedangkan PBB, lanjut Manajer Riset LRP ini mendapat keuntungan elektoral dari kiprah Ketua Umum, Yusril Ihza Mahendra, yang belakangan aktif melakukan pembelaan hukum.

“Publik merekam dengan baik pembelaan Yusril ke ulama, organisasi atau kelompok Islam, seperti HTI, Muslim Uighur, dan itu positif,” tegasnya. 

Yang juga menarik dari temuan survei itu, ternyata kedekatan Yusril dengan Presiden Jokowi direspon positif oleh pemilih. Hal tersebut bahkan jadi salah faktor yang ikut memengaruhi sebagian pemilih Jokowi untuk mendukung Yusril dan PBB. “Tidak besar, tapi ada pengaruh,” tandasnya.

Survei LRP dilakukan terhadap 1.200 responden yang dipilih secara acak bertingkat, multistage random sampling, dan tersebar di 34 Provinsi di Indonesia. Diperkirakan rentang kesalahan kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. []

 

Berita Lainnya