Unicorn Selamatkan Wajah PMA 2018

Unicorn Selamatkan Wajah PMA 2018

WIKIBeritaCalon Presiden nomor urut dua Prabowo Subianto, dalam Debat Capres, mengatakan tumbuh pesatnya Unicorn dan bisnis online di Indonesia akan berakibat derasnya dana yang kabur (capital outflow) dari tanah air. Juru Bicara Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jokowi-Amin Rizal Calvary Marimbo mengatakan dugaan Prabowo tersebut tidak benar.

"Faktanya, Unicorn malah menjadi penopang masuknya dana asing ke dalam negeri dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA),” ucap  Rizal dalam keterangannya di Jakarta.

Rizal mengatakan, berdasarkan Data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi asing yang masuk atau Penanaman Modal Asing ( PMA ) sebesar Rp 392,7 triliun atau turun 8,8 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 430,5 triliun. Rizal mengatakan, PMA menurun sejalan dengan kondisi tren penurunan perekonomian global. “Terjadi penurunan rata-rata PMA secara global sebesar 20% sepanjang 2018. Kita kenah dampaknya, meski ga parah-parah banget,” tukas Rizal.

Dia mengatakan, penurunan secara nasional cukup terkendali dan tidak separah rata-rata global sebab ditopang oleh investasi luar melalui Unicorn. “Rata-rata global 20 %. Wajah PMA kita diselamatkan oleh Unicorn. Unicorn membawa masuk dana (capital inflow) sekitar US$ 3 miliar atau Rp 42 triliun,” ujar Rizal yang juga Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Rizal mengatakan, demikian besarnya peran Unicorn dalam menyedot uang dari luar ke dalam negeri, angka tersebut mencapai 10% hingga 20% dari total investasi asing. Sebab itu, Repnas Jokowi-Amin menolak anggapan bahwa Unicorn menjadi biang larinya dana-dana asing ke luar negeri.

REPNAS menilai tingginya animo dana asing masuk ke Unicorn sebagai dampak dari besarnya ceruk pasar Unicorn di Tanah Air. "Pasar kita terbesar di Asean hampir separuh dari pasar semua negara negara Asean. Makanya Unicorn kita semakin seksi," tukas Rizal.

Rizal mengatakan, faktor terpenting dari Unicorn bagaimana kebijakan para Capres ke depan mendorong Unicorn-Unicorn lokal agar dapat berdaya saing dengan Unicorn-Unicorn global. Sebab itu, itu REPNAS berharap agar ada kebijakan yang dapat mendorong perbankan nasional lebih ramah terhadap pembiayaan Unicorn-Unicorn lokal.

REPNAS menilai, selain pasar yang besar, masuknya dana asing tersebut disebabkan seretnya pembiayaan dari perbankan nasional. "Perbankan nasional belum cukup friendly dengan bisnis model Unicorn. Mereka bingung feasibilitas-nya ada dimana. Collateral loan-nya tidak clear. Eh, ada PMA malah masuk. Makanya, Bank nasional belum match secara komersil ke Unicorn," ucap Rizal.

 

Berita Lainnya